Pengertian dan Sumber Aqidah

Pengertian Aqidah
Menurut bahasa Aqidah berasal dari kata "aqd yang berarti pengikatan. sedangkan menurut syara' aqidah adalah iman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, rasulNya dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik dan buruk, yang selanjutnya disebut rukun iman yang jumlahnya ada 6. (baca : Pengertian iman)

Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Jika dikatakan, "Dia mempunyai aqidah yang benar," berarti aqidahnya bebas dari keraguan.
Aqidah adalah perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan membenarkannya kepada sesuatu.

Sumber-Sumber Aqidah
Aqidah adalah taufiqiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan  dengan dalil syar'i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas kepada apa yang ada di dalam al qur an dan hadits. Sebab tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah sendiri. Dan tidak ada seorangpun selain Allah yang lebih  mengetahui tentang Allah selain Rasulullah Muhammad SAW. Maka ulama' bersepakat bahwa sumber aqidah ada dua, yaitu al qur an dan hadits.
Maka segala apa yang ditunjukkan oleh al qur an dan hadits tentang hak Allah SWT kita wajib mengimaninya, meyakininya, dan mengamalkannya. Sedangkan apa yang tidak ditunjukkan oleh al Qur an dan hadits kita wajib menolak dan menafikannya. (baca : Penyimpangan Aqidah)
Allah SWT berfirman :
Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thahaa : 123)


Karena itulah orang-orang tersebut dinamakan firqah najiyah (golongan yang selamat). Sebab Rasulullah SAW telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat, ketika memberitahukan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan yang kesemuanya ke neraka kecuali satu golongan. ketika ditanya tentang yang satu itu beliau menjawab, "Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini, dan para sahabatku." (HR. Ahmad).

kebenaran sabda Rasulullah SAW itu terbukti ketika sebagian manusia membangun aqidahnya di atas landasan selain al qur an dan hadits, maka terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam aqidah yang mengakibatkan pecahnya umat dan retaknya persatuan masyarakat  Islam.
Allah SWT berfirman:
"dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,.." (QS, Ali Imran : 103)



Artikel Terkait

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon