Alasan Muhammad SAW Diasuh Oleh Halimah As-Sa'diyah

Alasan Muhammad SAW Diasuh oleh Halimah Sa'diyah - Pada zaman dahulu kaum Quraisy mempunyai kebiasaan untuk menyusukan bayinya kepada wanita-wanita Badui yang tinggal di pedalaman. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keturunan baik jumlah maupun mutunya.

Dengan menyerahkan bayinya kepada wanita lain untuk disusui, kaum wanita Quraisy berharap akan segera hamil lagi. Sebab menyusui bayi dianggap sebagai hal yang bisa menghambat sementara kesuburan seorang wanita. Dengan menitipkan bayinya, mereka berharap bisa memiliki banyak keturunan, dan salah satu kebanggaan orang-orang Makkah adalah banyaknya keturunan.

Disamping itu, faktor kesehatan juga menjadi alasan kaum Quraisy menitipkan bayinya ke wanita dari suku Badui. Wilayah yang didiami suku Badui memiliki udara yang segar, air mata yang jernih, dan lingkungan yang sehat. Sementara Makkah, terutama di bulan-bulan suci, disesaki oleh para peziarah yang membawa berbagai macam kuman penyakit. Belum lagi darah hewan-hewan yang disembelih untuk persembahan bagi para berhala, bangkainya dibiarkan membusuk di depan patung-patung, dan daging-daging sesajian diletakkan di berbagai sudut kota Makkah.

Kondisi inilah yang membuat Aminah binti Wahab berkeinginan untuk menitipkan putera kesayangannya, Muhammad SAW, kepada salah satu wanita Badui. Aminah binti Wahab akhirnya dipertemukan oleh Allah SWT dengan perempuan baik hati dari Bani Sa'ad yang akan menjadi ibu susu puteranya Muhammad SAW. Perempuan beruntung itu adalah Halimah binti Al-Harits As-Sa'diyah. 

Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan yatim. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib sudah meninggal dua bulan  sebelum Muhammad SAW dilahirkan. Beliau meninggal di kota Yatsrib. Silahkan baca Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kondisi yatim ini membuat wanita Badui yang diperlihatkan bayi Muhammad SAW menjadi enggan untuk mengambilnya menjadi anak susuan. Ini dikarenakan mereka selalu berharap kebaikan dan bayaran dari orang tua si anak asuh tersebut. Sementara Muhammad SAW sudah dalam keadaan yatim, lalu apa yang mereka harapkan dari ibu dan kakeknya?. Maka tak satupun di antara mereka yang tertarik untuk mengasuh beliau.

Sampai ada seorang wanita baik hati yang bernama Halimah As-Sa'diyah dari Bani Sa'ad berbicara kepada suaminya "Demi Allah, sungguh aku tidak suka untuk pulang bersama kawan-kawan wanita lain sebelum mendapatkan anak susuan. Demi Allah, aku akan pergi menuju anak yatim itu, dan pasti aku akan mengambilnya." Suaminya pun menjawab, "Lakukanlah, semoga Allah memberi kita berkah lantaran anak itu." Lalu Halimah pergi ke rumah Muhammad SAW dan mengambilnya sebagai anak susuan. Sejak saat itu Muhammad SAW diasuh oleh Halimah As-Sa'diyah. 


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon