Jika Besok Mati, Apa Yang Anda Bawa?

Jika Besok Mati, Apa Yang Anda Bawa? - Banyak orang yang sibuk mempersiapkan masa depannya, terutama saat masa tua menjelang. Mereka gamang menghadapi masa tua. Masa dimana tubuh tak lagi sekuat masa sebelumnya, pendapatan tak lagi selancar ketika sedang di masa usia kerja. Takut jika masa tua tak lagi bisa mencukupi kebutuhan hidup, karena tubuh tak lagi kuat bekerja. Takut jika kebutuhan pendidikan anak tak lagi bisa terpenuhi karena keterbatasan pendapatan di masa tua. Takut jika di masa tua, tak bisa semakmur masa muda. (baca juga : Cara Mencintai suami/isteri)

Tak heran, banyak orang yang memburu kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena meski gajinya tak sebesar gaji swasta, tapi dianggap bisa menjamin masa tua. Sebagian yang lain sibuk mencari informasi asuransi bisa menjamin kesehatan dan kebutuhannya di masa depan termasuk jaminan pendidikan putera-puterinya di masa mendatang. Ada juga yang menyisihkan pendapatannya yang tdak seberapa untuk ditabung demi mempersiapkan kebutuhan di masa tua. 

Tidak ada yang salah dengan persiapan yang dilakukan demi masa depannya di kehidupan dunia, tetapi alangkah naifnya jika kita hanya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan di masa tua saja. Padahal, setelah hari tua, ada masa yang jauh lebih  penting untuk kita persiapkan dengan baik. Suatu masa yang pasti akan datang, tanpa kita ketahui kapan ia akan datang, yaitu masa setelah kematian menjemput. Masa ini bahkan bisa datang sebelum masa tua sempat kita nikmati.

Masa setelah kematian adalah masa yang jauh lebih lama dari masa tua yang kita takuti. Masa tua sifatnya hanya sementara, hanya beberapa bulan, atau hanya beberapa tahun atau bahkan hanya beberapa hari saja yang kita jalani di masa tua. Sementara masa setelah masa tua, setelah ajal menjemput sifatnya kekal abadi selama-lamanya. 

Masa setelah kematian adalah masa dimana kita mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan selama hidup di dunia. Masa ini jauh lebih berat konsekuensinya daripada masa tua. Jika kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya, dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya, maka kebahagiaan abadi akan kita nikmati selamanya. Sebaliknya, jika kita terlena hanya mempersiapkan kehidupan di masa tua, dan abai terhadap persiapan untuk kehidupan setelah mati, maka penderitaan yang tak tertahankan akan menanti kita. (baca juga : Hati-hati! pekerjaan ini termasyuk syirik)

Sayangnya, banyak diantara kita yang lebih merasa gamang menghadapi masa tua ketimbang masa setelah meninggal. Banyak yang suka rela menghabiskan waktu, tenaga dan harta untuk mempersiapkan kehidupan di masa tua, sementara untuk persiapan di masa setelah kematian banyak yang ogah-ogahan. Waktu yang diluangkan untuk persiapan kehidupan setelah kematian adalah sisa waktu dari kesibukan kita untuk kehidupan dunia. Tenaga yang kita curahkan untuk persiapan kehidupan di masa ini adalah sisa-sisa tenaga setelah kita seharian berpeluh keringat mengejar kebahagiaan dunia. Harta yang kita belanjakan untuk menggapai kebahagiaan di akhirat adalah uang kembalian dari belanja kita untuk kebahagiaan dunia.

Banyak yang rela mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar retribusi parkir mobil mewahnya yang hanya beberapa jam. Sementara untuk membayar biaya "parkir" hidupnya di akhirat, banyak yang enggan membayarnya.

Banyak yang lalai mempersiapakan kehidupan setelah kematian karena beranggapan bahwa masa ini masih lama. Padahal, kematian bisa terjadi jauh-jauh hari sebelum masa tua tiba. Bahkan masa ini bisa datang beberapa jam lagi, atau bisa datang esok hari saat kita tidur pulas kemudian tidak bangun lagi, saat kita berada di masa "emas".
"tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-Ankabuut : 57)

Kematian adalah sebuah keniscayaan. Kematian akan menemui siapa saja tanpa terkecuali. Jadi sebelum tiba masa dimana nafas sudah tersekat di tenggorokan, segeralah kumpulkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mulai dari sekarang, sebelum terlambat.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon