Hukum Pamer Foto Kemesraan di Medsos. Baca ini Dulu Sebelum Melakukannya.


Hukum Pamer Foto Kemesraan di Medsos - Media Sosial atau yang biasa disingkat medsos sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini. Mulai dari remaja, orang dewasa, anak-anak sampai kakek nenek, hampir semuanya memiliki akun medsos baik itu FB, Line, WA, Instagram, Twitter, dan sejenisnya. Bahkan bayi yang baru lahir yang notabene belum bisa jalan dan bicara  apalagi ngerti HP dan komputer juga sudah punya akun medsos. Nah, salah satu aktifitas yang digemari dalam medsos selain curhat adalah upload foto, masang foto baik selfie maupun wefie. Pamer foto pribadi, rame-rame, foto biasa sampai foto acara semuanya di upload di medsos. Kalau hukum memamerkan foto perempuan tanpa jilbab di medsos sudah banyak yang tahu karena sudah sering dibahas di kajian-kajian. Sekarang bagaimana hukum memasang foto kemesraan di medsos? Bolehkah memamerkan kemesraan di medsos?. Hukum mmemasang foto kemesraan di Facebook, twitter, WA, Line, Instagram yang biasa kita sebut medsos akan kita bahas di bawah ini. (baca juga : manfaat luar biasa pegangan tangan bagi suami isteri)

Hukum Memasang/Pamer Foto Kemesraan di Medsos Bagi Sepasang Kekasih.
Pria dan wanita yang masih berstatus pacaran atau menjadi sepasang kekasih belum sah sebagai suami isteri artinya belum boleh melakukan hal-hal yang melanggar batasan termasuk bermesraan karena termasuk mendekati zina. Kegiatan bermesraan bagi sepasang kekasih hukumnya haram, apalagi kemudian dipamerkan di medsos yang bisa dilihat oleh semua orang di dunia maya.
"dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' : 32)



Hukum Memasang/Pamer Foto Kemesraan di Medsos bagi Suami Isteri

Hukum asal bermesraan yang dilakukan oleh suami dan isteri adalah boleh. Tetapi bagaimana kalau kemesraan yang dilakukan oleh suami isteri dilakukan di depan orang lain atau malah sengaja dipamerkan di media sosial yang bisa ditonton jutaan orang?.
Ada beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan:
1. Nabi Muhammad  SAW mengajarkan kepada umatnya untuk memiliki sifat malu, bahkan Nabi bersabda bahwa malu adalah sebagian dari iman.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan malu salah satu cabang dari iman." (HR. Ahmad).

Salah satu wujud dari rasa malu adalah tidak menampakkan sesuatu yang tidak selayaknya dilihat oleh orang lain.

2. Islam juga mengajarkan kepada seorang muslim untuk menghindari perbuatan yang bisa menurunkan wibawa dan martabatnya atau menghindari khawarim al-muru'ah. Baik itu wibawa sebagai pribadi muslim maupun sebagai pemimpin atau public figur yang memiliki banyak "pengikut".
Syaikh Muhammad bin Ibrahim mengatakan bahwa sebagian dari pergaulan suami isteri yang tidak baik adalah mencium isterinya di depan umum.

An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj juga mengatakan bahwa salah satu yang bisa menurunkan martabat dan wibawa manusia adalah mencium isteri di depan umum.

3. Foto kemesraan meskipun dilakukan oleh suami isteri bisa membangkitkan syahwat orang lain yang melihatnya. Orang yang punya pikiran tidak baik bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang tidak baik.

Dan perlu diingat bahwa memicu orang untuk berbuat maksiat merupakan perbuatan maksiat dimana yang bersangkutan akan mendapatkan dosa seperti dosa pelaku kemaksiatan.
Nabi SAW bersabda :
"barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR. Ahmad). (baca juga : 12 Rahasia agar Do'a Dikabulkan Allah)

Sesuatu yang kita anggap biasa, belum tentu bagi orang lain juga hal yang biasa. Berhati-hati itu lebih baik. (baca juga : Hal ini Jarang Dipikirkan, Tapi Akibatnya Ditanggung Sepanjang Masa)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon