Ini 12 Rahasia Agar Doa Dikabulkan oleh Allah SWT


Do'a adalah ibadah. Allah memertintahkan manusia agar berdoa dan merendahkan diri kepadaNya. Allah juga juga berjanji akan mengabulkan doa mereka yang berharap kepadaNya.

Agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT, maka selayaknya kita mengikuti tata cara berdoa yang benar yang diajarkan oleh Rasulullah. Begini tata cara berdoa agar dikabulkan oleh Allah SWT seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

1. Mencari penghasilan yang halal
Dalam shahih muslim disebutkan, Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wahai manusia, ssungguhnya Allah SWT itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesugguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasulNya dengan firmanNya, 'Wahai para rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalilhlah.' Dan Dia berfirman, 'Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian.' Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, 'Ya Rabbku, ya Rabbku', padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaanya) bagaimana doanya akan dikabulkan!"(HR. Muslim)

2. Memperhatikan waktu-waktu yang utama.
Waktu-waktu yang utama untuk berdoa diantaranya : hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum'at, sepertiga malam terakhir, saat turun hujan, di saat sujud, antara adzan dan iqamat, dan ketika didzalimi.
3. Mengangkat kedua tangan
Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian yang Maha Suci dan Maha Tinggi adalah Mah Hidup lagi Pemurah. Dia merasa malu terhadap hambaNya jika ia menengadahkan tangan kepada-Nya, lalu menolaknya dengan tangan hampa." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lainnya).

4. Memulai doa dengan memuji Allah, mengagungkan dan menyanjung-Nya serta bershalawat atas Nabi SAW.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, Nasa'i, dan Tirmidzi dan dinyatakan shahih olehnya dari Fadhalah bin Ubaid bahwa Rasulullah SAW mendengar sesorang berdoa usai mengerjakan shalat tanpa mengagungkan Allah dan mengucapkan Shalawa kepada Nabi, maka beliau bersabda, 'orang ini tergesa-gesa.' Kemudian beliau memanggil orang itu dan beliau bersabda kepadanya, 'Bila salah seorang di antara kalian berdoa hendaklah ia memulainya dengan mengagungkan Rabbnya serta menyanjungNya, kemudia mengucapkan shalawat atas Nabi SAW. Sesudah itu barulah ia berdoa meminta apa saja yang ia kehendaki.'

5. Menghadirkan hati, menampakkan kerendahan dan kebutuhan kepada Allah, serta melirihkan suara antara pelan dan keras.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf
 أُدْعُ رَبَّكُمْ تضَـرُّعًا وَخُفْـيَةً إِنَّهُ لاَيُحِـبُّ المُعْتَدِينَ
"berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

6. Doanya tidak mengandung dosa atau memutuskan tali silaturahmi
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Sa'id bahwa Nabi SAW bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang berdo'a kepada Allah Azza wa Jalla yang doanya tidak mengandung dosa atau bermaksud memutuskan tali silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu diantara tiga perkara, 1) Dia mengabulkan doa itu dengan segera; 2) Dia menangguhkannya untuk menjadi simpanannya di akhirat; 3) Dia menghindarkannya dari bahaya yang sebanding dengan apa yang dimintanya." Mereka bertanya, "Bagaimana jika kami banyak berdoa?" Nabi SAW menjawab, "Allah akan lebih memperbanyak lagi." (baca juga : hukum memakai perhiasan berlafadz Allah)

7. Tidak menganggap doanya lambat dikabulkan.
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: "Doa seseorang akan dikabulkan Allah selama orang itu tidak terburu-buru lalu berkata, 'Aku berdoa, tetapi Allah tidak juga mengabulkan doaku'."

8. Berdoa dengan keyakinan pasti dikabulkan.
Hal ini berdasarkan hadits dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seseorang diantara kalian mengatakan, 'Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mengendakinya. Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendakinya.' Tujuannya adalah untuk memperkuat permohonannya itu karena Allah, yang tak seorangpun dapat memaksa-Nya."

9. Memilih kalimat yang pendek tapi sarat makna
Nabi menyukai doa yang pendek  tapi sarat makna, misalnya:
رَبَّنَا اتِنَافى الدُنْيَاحَسَنَةً وَفى الأخِـرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka."

10. Mengulang doa tiga kali
Abdullah bin Mas'ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sering kali berdoa dan membaca istighfar sebanyak tiga kali. (HR. Ahmad)

11. Istighfar dimulai dari diri sendiri
seperti firman Allah SWT dalam Q.S. al-Hasyr ayat 10:
رَبَّنَا اغْفِـرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيمَانِ
"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudar kami yang telah beriman lebih dulu dari kami."

12. Tidak mendoakan keburukan atas diri sendiri, keluarga dan hartanya
Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah engkau berdoa buruk terhadap dirimu, begitu juga anak-anakmu, pelayan-pelayanmu dan harta bendamu. Jangan sampai nanti doamu itu bertepatan dengan saat ketika Allah bisa memenuhi permohonan, hingga doa burukmu itu benar-benar akan terkabul." (HR. Muslim)

Demikianlah 12 rahasia agar doa dikabulkan oleh Allah sebagaimana adab berdoa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Adab berdoa dalam Islam.
Baca juga : Alasan Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Halimah

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon